Pengenalan
Intelligent Agents
A. Agent dan Lingkungan
Pengertian sebuah AGENT adalah segala sesuatu yang
dapat dipandang sebagaimana mengamati lingkungannya melalui sensor dan
bertindak atas lingkungan yang melalui efektor. agen manusia memiliki
mata,telinga sedangkan kan organ lain untuk mensensor tangan, kaki, mulut dan
yang lain nya. sebuah pengganti agen robot kamera dan berbagai pencarian framer
untuk sensor dan berbagai motor untuk efektor
Dalam Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent),
sebuah Agen Cerdas (Intelligent Agent) adalah sebuah entitas otonom yang
mengamati dan bertindak berdasarkan suatu lingkungan (yaitu sebuah agen) dan
mengarahkan aktivitasnya ke arah pencapaian tujuan (yakni, rasional). Agen
Kecerdasan dapat juga belajar atau menggunakan pengetahuan untuk mencapai
tujuan mereka. Mereka mungkin sangat sederhana atau sangat kompleks: sebuah
mesin refleks seperti termostat adalah agen yang cerdas, seperti manusia,
seperti komunitas manusia bekerja bersama menuju tujuan.
Agen Kecerdasan sering digambarkan secara skematik
sebagai sistem fungsional abstrak mirip dengan program komputer. Untuk alasan
ini, agen cerdas kadang-kadang disebut abstrak agen cerdas (Abstract
Intelligent Agent) untuk membedakan mereka dari dunia nyata implementasi
sebagai sistem komputer, sistem biologis, atau organisasi. Beberapa definisi
agen cerdas menekankan otonomi mereka, dan jadi lebih suka istilah otonom agen
cerdas. Yang lain (terutama Russell & Norvig (2003)) dianggap perilaku
terarah tujuan sebagai esensi dari cerdas dan jadi lebih suka istilah yang dipinjam
dari ekonomi, “agen rasional”.
B.
Rasionalitas
Sebuah keputusan yang rasional adalah salah satu
yang tidak hanya beralasan, tetapi juga dioptimalkan untuk mencapai suatu
tujuan atau memecahkan masalah. Menentukan optimal untuk perilaku rasional
membutuhkan formulasi diukur dari masalah, dan membuat beberapa asumsi utama.
Ketika tujuan atau masalah melibatkan membuat keputusan, faktor rasionalitas
dalam berapa banyak informasi yang tersedia (misalnya lengkap atau pengetahuan
yang tidak lengkap).
Secara kolektif, perumusan dan latar belakang asumsi
model rasionalitas mana yang berlaku. Menggambarkan relativitas rasionalitas:
jika seseorang menerima model optimal yang menguntungkan diri mereka sendiri,
maka rasionalitas disamakan dengan perilaku egois untuk titik yang egois;
sedangkan jika seseorang menerima model menguntungkan optimal, maka perilaku
murni egois tidak rasional. Oleh karena itu sarana untuk menegaskan
rasionalitas tanpa juga menentukan asumsi dari model yang menggambarkan
bagaimana latar belakang masalah dibingkai dan dirumuskan.
B.PEAS (performance
measure,environment,actuators,sensors)
PEAS adalah singkatan dari Performance Measure,
Environment, Actuators, dan Sensor. Dimana harus dispesifikasikan terlebih
dahulu mengenai rancangan intelligent agent.
Misalkan untuk task yang didesain untuk agent
pengemudi taksi otomatis:
Performance Measure: Aman, Cepat, Legal, Perjalanan
yang nyaman, Keuntungan Maksimal
Environment : Jalan, Lalu lintas kendaraan lain,
Pejalan kaki, Pelanggan
Actuators: Setir, Akselerator, Rem, Lampu Sinyal,
Klakson
Sensors: Kamera, Sonar, Spedometer, GPS, odometer,
sensor mesin, keyboard
Misalkan untuk task yang disusun untuk agent sistem
diagnosis medis:
Performance Measure : Kesehatan Pasien, Biaya
minimal, Hukum
Environment: Pasien, Rumah Sakit, Staf
Actuator : Tampilan Layar (Pertanyaan, Tes,
Diagnosa, Perawatan, Rujukan)
Sensors : Keyboars(Entri gejala, pencarian penyakit,
jawaban untuk pasien)
Misalkan untuk task yang disusun untuk agent robot
pengambil suku cadang
Performance Measure : Persentase suku cadang di
tempat yang benar
Environment :
sabuk konveyor, tempat pengumpulan suku cadang
Actuator : Lengan dan tangan robot
Sensor : Kamera, sensor di lengan robotd.
D. Tipe-Tipe Lingkungan Agent
Sebuah agent diharapkan melakukan tindakan yang
benar sesuai dengan tujuan diciptakan agent tersebut. Tindakan yang dilakukan
oleh agent tersebut yang akan digunakan sebagai tolak ukur terhadap
keberhasilan sebuah agent.
Berikut 4 buah dasar yang dapat digunakan untuk
menentukan tolak ukur sebuah agent :
Performance measure (tolak ukur terhadap kesuksesan
hasil kerja) yang menyatakan derajat kesuksesan.
Semua imput yang diterima oleh agent, dapat dilacak
kembali (imput disimpan dalam serangkaian data/memory).
Segala sesuatu yang diketahui agen terhadap
lingkunganya.
Setiap indakan yang akan dilakukan oleh agen.
Pada umumnya sebuah agent terdiri dari dua buah
komponen dasar yaitu suatu program dan sebuah piranti perangkat keras
(arsitektur/computer). Sebagai ilustrasi terhadap hubungan keduanya, sebuah
arsitektur memberikan sebuah percept dari sensor kemudian siap digunakan
kedalam program, menjalankan program dan memberikan pilihan-pilihan tindakan
program ke efektor.
Dua hal penting dalam proses pembuatan program
agent.
Menyatakan mapping (pemetaan) sebagai sebuah fungsi
dan urutan precepsi ke tindakan. Program agent hanya menerima sebuah presepsi
berdasarkan jangka waktu tertentu. Kemudian menyimpan setiap prepsesi sesuai
dengan urutan tertentu kedalam memory .
Tujuan dan performance tidak termaksud kedalam
rangka program.
Terdapat 4 hal yang harus diperhatikan dalam
merancang sebuah agent. Yaitu Percept, Action, Goal dan Enviroment. Biasa
disingkat PAGE. Aget harus menangapi setiap rangsangan (precpt) yang ada
disekitarnya, kemudian memberikan tindakan (action) yang tepat terhadap
rangsangan tersebut, dan yang pasti setiap tindakan tersebut harus sesuai
dengan tujuan (Goal) awal diciptakanya agent tersebut. Selain itu setiap aksi
yang dilakukan aleh agent tersebut harus memperhatikan lingkungan (Environment)
dimana agent tersebut di tempatkan.
Definisi agenst dan Konsep Agents serta contohnya.
Percept: masukan “indera” si agent. Dengan kata
lain: input
Percept sequence: sejarah input si agent
Actions: tindakan yang dilakukan oleh si agent
Environment: lingkungan di mana si agent berada
Apa yang kurang?
Si agent ini tujuannya MAU NGAPAIN SIH?
Referensi :
- http://pahleviboby.blogspot.co.id/2016/10/intelligent-agents.html
- https://layangantw.wordpress.com/2014/10/26/konsep-intellegent-agents/


EmoticonEmoticon