Nama
Muhammad Mahendra
NPM
13115934
1KA24
Jurusan dan Fakultas
Sistem Informasi - Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah
Swt. Yang telah memberikan banyak nikmatnya kepada kami. Sehingga saya mampu
menyelesaikan Makalah MANUSIA dan KEINDAHAN dari PERSPEKTIF AGAMA
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata
kuliah ILMU BUDAYA DASAR. Yang meliputi nilai tugas, nilai kelompok, nilai
individu, dan nilai keaktifan.
Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi
yang sudah tersusun. Namun, hanya lebih pendekatan pada study banding atau
membandingkan beberapa materi yang sama dari berbagai referensi. kami sebagai
penyusun pastinya tidak pernah lepas dari kesalahan. Begitu pula dalam
penyusunan makalah ini, yang mempunyai banyak kekurangan. Oleh karena itu, Saya mohon maaf atas segala kekurangannya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Keindahan
berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni,
pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara dan lain
sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman
manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, social dan
budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan merupakan bagian hidup dari
manusia.
Keindahan
identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan.
Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang
selalu bertambah. Yang tidak mengandung
kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan. Monalisa tidak
indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan
kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni
berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai objek yang diungkapkan.
Keindahan
juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu
dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud
dari penulisan makalah yang berjudul “ Manusia dan Keindahan : dari Perspektif “
adalah untuk memenuhi persyaratan tugas yang diberikan agar mendapatkan
penilaian yang bagus dalam mata kulia Ilmu Budaya Dasar di bidang softskill.
Tujuan
dalam pemilihan judul makalah “ Manusia dan Keindahan : Keindahan, Renungan dan
Keserasian” untuk menyesuaikan SAP yang telah disusun dalam mata kuliah ini.
Dan untuk pembelajaran bagi para mahasiswa yang membutuhkan ilmu pengetahuan
dari makalah ini.
A. Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah salah satu komponen dari
sejumlah matakuliah Dasar Umum (MKDU), sebagai matakuliah wajib yang menjadi
kesatuan dengan matakuliah lain di Perguruan Tinggi.
Secara khusus MKDU bertujaun untuk menghasilkan warga negera
sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut:
a. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta
tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki
intergritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan
kemanusiaan scbagai sarjana Indonesia.
b. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan
bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap
pemeluk agama lain.
c. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di
dalam menyikapi permasalah kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan,
maupun pertahanan keamanan.
d. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan
bcrmasyarakat dan secara bcrsama-sama mampu berperan serta meningkatkan
kualitas-nya, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan serta
di dalam pelestariannya.
B.
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan
dapat membcrikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep
yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti
istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The
Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin
Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan
mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa mcnjadi lebih
manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara demikian bisa dikatakan
bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai
manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Pengetahuan
Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup
keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun
dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti
seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu
Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah
usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat
didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik
secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun
dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya
(The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan
pengertian-pengertian yang berasa! dari berbagai bidang pengetahuan
budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Dengan perkataan lain dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat matakuliah IBD ini, mahasiswa diharapkan memperlihatkan:
a.
Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan
diluar lingkungannya, menelaah apa yang dikcrjakan sendiri dan mengapa.
b. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
c.
Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakannya
sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan scbaliknya
mcnolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
C.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar (IBD).
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar
(IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikem-bftngkan untuk mengkaji
msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah
ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang
keahlian (disiplin) yang termasuk. Dan bahwa dalam masyarakat yang
berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran
nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa,
suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar.
Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya
Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya
berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai
lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau
tujuan tersebut di atas, diharapkan Ilmu Budaya Dasar dapat:
a.Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap
lingkungan budaya, sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan
lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
b.Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas
pandangan mereka tcntang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan
daya kritis mercka tcrhadap persoalan-persoalan yang mcnyangkut kedua hal
tcrscbut.
c.Mcngusahakan agar mahasiswa sebagai caion pcmimpin bangsa
dan ncgara, serta ahli dalatn bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke
dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat. Usaha ini
tcrjadi karcna ruang lingkup pendidikan kita amat dan condong mem-buat manusia
spcsialis yang berpandangan kurang luas. Matakuliah ini berusaha menambah
kcmampuan mahasiswa untuk menanggapi nilai-nilai dan masalah dalam masyarakat
lingkungan mereka khususnya dan masalah seria nilai-nilai umumnya tanpa terlalu
terikat oleh disiplin mereka.
d.Mcngusahakan wahana komunikasi para akademisi, agar mercka
lebih mampu bcrdialog satu sama lain. Dengan mcmiliki satu bekal yang sama,
para akademisi diharapkan dapat lebih lancar berkomunikasi. Kalau cara
berkomunikasi ini selanjutnya akan lebih memperlancar pclaksanaan pembangunan
dalam bcrbagai bidang keahlian. Mcskipun spcsialisasi sangat penting,
spcsialisasi yang terlalu sempit akan membuat dunia scorang mahasiswa/sarjana
menjadi tcrlalu sempit. Masyarakat yang pcrcaya pada pentingnya modcrnisasi
tidak akan dapat memanfaat-kan sccara penuh sarjana-sarjana demikian, scbab
proses modcrnisasi mcmerlukan orang yang bcrpandangan luas.
D. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Memiliki masalah pokok yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar nampak dengan jelas bahwa mnusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.
Dalam Ilmu Budaya Dasar pokok bahasan yang di kembangkan adalah :
-Manusia dan cinta kasih
-Manusia dan keindahan
-Manusia dan penderitaan
-Manusia dan keadilan
-Manusia dan pandangan hidup
-Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
-Manusia dan kegelisahan
-Manusia dan harapan
Kedepan pokok bahasan itu termasuk ke dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kebudayaan dan budaya.
Manusia dan
Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan
salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai
makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan
melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari
dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Hakekat manusia :
1. Makhluk
ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sbg satu kesatuan yang utuh.
2. Makhluk
ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
7 unsur kebudayaan universal
menurut C. Klukhon, yaitu :
- Sistem
realigi.
- Sistem
organisasi kemasyarakatan.
- Sistem
pengetahuan.
- Sistem
mata pencarian hidup.
- Sistem
tekhnologi dan peralatan.
- Bahasa.
- Kesenian.
Wujud kebudayaan dibagi menjadi
tiga:
1. Gagasan(Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah
kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide- ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,
peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau
disentuh.
2. Aktivitas
(tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan
sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
3. Artefak
(karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan
fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia
dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat,
dan didokumentasikan.
Bab 2
BAB 3
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. PENDEKATAN KESUSATRAAN
Sastra mempunyai peranan yang penting. Karena satra mempergunakan bahasa. Sastar lebih mudah berkomunikasi karena sastra adalah penjabaran abstraksi. Sastra didukung oleh cerita.
B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Dalam kesusastraan indonesia dikenal dengan jenis prosa lama dan prosa baru :
Prosa lama :
Dongeng – dongeng
Hikayat
Sejarah
Epos
Cerita pelipur lara
Prosa baru meliputi :
Cerita pendek
Roman/novel
Biografi
Kisah
C.NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Nilai yang diperoleh para pembaca lewat sastra, yaitu :
Prosa fiksi memberikan kesenangan
Prosa fiksi memberikan informasi
Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa memberikan keseimbangan wawasan
D. ILMU BUDAYA DASAR YNG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
Puisi dan keinsyafan sosial
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan merupakan
salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai
makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan
melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari
dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Hakekat manusia :
1. Makhluk
ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sbg satu kesatuan yang utuh.
2. Makhluk
ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
7 unsur kebudayaan universal
menurut C. Klukhon, yaitu :
- Sistem
realigi.
- Sistem
organisasi kemasyarakatan.
- Sistem
pengetahuan.
- Sistem
mata pencarian hidup.
- Sistem
tekhnologi dan peralatan.
- Bahasa.
- Kesenian.
Wujud kebudayaan dibagi menjadi
tiga:
1. Gagasan(Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah
kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide- ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,
peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau
disentuh.
2. Aktivitas
(tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan
sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
3. Artefak
(karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan
fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia
dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat,
dan didokumentasikan.BAB 3
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. PENDEKATAN KESUSATRAAN
Sastra mempunyai peranan yang penting. Karena satra mempergunakan bahasa. Sastar lebih mudah berkomunikasi karena sastra adalah penjabaran abstraksi. Sastra didukung oleh cerita.
B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Dalam kesusastraan indonesia dikenal dengan jenis prosa lama dan prosa baru :
Prosa lama :
Dongeng – dongeng
Hikayat
Sejarah
Epos
Cerita pelipur lara
Prosa baru meliputi :
Cerita pendek
Roman/novel
Biografi
Kisah
C.NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Nilai yang diperoleh para pembaca lewat sastra, yaitu :
Prosa fiksi memberikan kesenangan
Prosa fiksi memberikan informasi
Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa memberikan keseimbangan wawasan
D. ILMU BUDAYA DASAR YNG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
Puisi dan keinsyafan sosial
EmoticonEmoticon